Indeks Kekayaan Jenis Flora 2025

Indeks kekayaan spesies (R) merupakan indeks yang umum digunakan untuk mengetahui kekayaan spesies yang terdapat dalam suatu komunitas yang diamati atau untuk mengetahui nilai perbandingan kekayaan jenis dalam suatu komunitas dengan komunitas lainnya. Indeks kekayaan jenis berkaitan dengan jumlah jenis dan jumlah individu yang ada dalam setiap jenis itu sendiri. Semakin banyak jumlah jenis tumbuhan yang ada dalam suatu komunitas belum tentu menghasilkan nilai indeks kekayaan jenis yang tinggi. Hal ini terjadi jika tidak diimbangi dengan jumlah individu dalam setiap jenis yang ditemukan, begitupun sebaliknya. Jumlah individu tumbuhan yang banyak tanpa diimbangi jumlah jenis yang banyak pula, belum tentu akan menghasilkan nilai indeks kekayaan jenis yang tinggi. Perhitungan nilai indeks kekayaan jenis pada PT PLN NP UP Paiton disajikan berdasarkan tipe ekosistemnya yaitu ekosistem artifisial, ekosistem pantai dan dataran rendah, serta ekosistem mangrove. Hasil analisis perhitungan indeks kekayaan (R) pada ekosistem artifisial dalam kurun waktu tiga tahun terhitung dari tahun 2023 – 2025 tersaji pada gambar dibawah ini :

Hasil analisis perhitungan indeks kekayaan (R) pada ekosistem artifisial dalam kurun waktu tiga tahun terhitung dari tahun 2023 – 2025

Nilai indeks kekayaan jenis pada ekosistem artifial dikelompokan berdasarkan jenis pohon, non pohon (tanaman hias), dan tumbuhan bawah. Lokasi yang mencangkup ekosistem artifisial meliputi lokasi Pareho, Perumahan, Kantor Unit, Kantor gabungan, Tepi jalan, Kelotong- Benduman, dan Dwidag. Berdasarkan hasil perhitungan indeks kekayaan jenis pada tahun 2025, Perumahan merupakan lokasi dengan nilai indeks kekayaan jenis pohon tertinggi (8,17). Jenis tegakan pohon yang dijumpai pada lokasi Perumahan terdiri dari jenis pohon buah, jenis pohon peneduh, dan jenis pohon yang memiliki nilai estetika (keindahan). Selain dipengaruhi oleh luas arealnya yang merupakan lokasi ekosistem artifisial terluas, lokasi perumahan juga difungsikan sebagai ruang terbuka hijau. Jenis pohon buah seperti mangga (Mangifera indica) dan srikaya (Annona squamosa) banyak ditanaman pada halaman-halaman rumah warga. Jenis pohon peneduh seperti angsana (Pterocarpus indicus) dan tanjung (Mimusops elengi) banyak ditanaman pada tepi jalan dan areal fasilitas umum. Glodogan tiang (Monoon longifolium) dan cemara laut (Casuarina equisetifolia) banyak ditanaman sebagai salah satu jenis pohon yang memiliki bentuk pohon yang unik sehingga memiliki nilai ekstetika.

Indeks kekayaan jenis pada ekosistem pantai dan dataran rendah di lokasi PT PLN NP UP Paiton tahun 2023 sampai dengan tahun 2025

Nilai indeks kekayaan jenis juga dihitung pada ekosistem alami yang terdapat di PT PLN NP UP Paiton. Salah satu ekosistem alami yang ada yaitu ekosistem pantai dan dataran rendah. Lokasi yang termasuk dalam ekosistem dataran rendah ialah Ash- Disposal dan Trumix serta ekosistem pantai yaitu Trumix dan Eks-Toyo. Pengelompokan perhitungan indeks kekayaan jenis pada ekosistem alami berdasarkan tingkat pertumbuhan yaitu tingkat semai dan tumbuhan bawah, tingkat pancang, tingkat tiang, dan tingkat pohon.Hasil analisis perhitungan indeks kekayaan (R) pada ekosistem pantai dan dataran rendah dalam kurun waktu tiga tahun terhitung dari tahun 2023 – 2025 tersaji pada gambar diatas.

Nilai indeks kekayaan jenis (R) tertinggi pada ekosistem alami pantai dan dataran rendah dari tingkat pertumbuhan semai, pancang, tiang dan pohon seluruhnya terdapat pada lokasi Ash Disposal. Nilai indeks kekayaan jenis pada lokasi Ash-Disposal meliputi semai dan tumbuhan bawah (4,13), pancang (2,20), tiang (3,91), dan pohon (2,17). Hutan dataran rendah adalah salah satu jenis hutan yang memiliki struktur dan komposisi yang kompleks dikarenakan areal ekosistem dataran rendah memiliki kekayaan keanekaragaman hayati yang tinggi (Moeljono et al., 2020). Lokasi Ash-Disposal memiliki areal yang lebih luas dibandingkan dengan lokasi ekosistem alami laninnya. Lokasi Ash-disposal terletak lebih jauh dari pantai menuju ke arah perbatasan dengan kawasan perbukitan Perum Perhutani. Kawasan Ash-Disposal juga merupakan kawasan ekosistem alami hutan pantai yang jarang dilewati atau terjarah oleh manusia.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *