Indeks Kekayaan Jenis Burung 2025

Indeks kekayaan jenis merupakan indeks yang berfungsi untuk mengetahui kekayaan jenis yang terdapat di dalam suatu komunitas. Sedangkan indeks keanekaragaman jenis merupakan parameter yang berguna untuk membandingkan dua komunitas, terutama untuk mempelajari pengaruh gangguan biotik dan tingkat kestabilan suatu komunitas.

Keanekaragaman hayati, khususnya pada kelompok burung, merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kesehatan dan keberlanjutan suatu ekosistem, termasuk kawasan industri seperti PT PLN Nusantara Power UP Paiton. Melalui penghitungan indeks kekayaan, keanekaragaman, dan kemerataan jenis, kita dapat memahami struktur komunitas burung dan bagaimana lingkungan sekitar mendukung kehidupan satwa liar. Tiga indeks ini memberikan gambaran berbeda namun saling melengkapi, sehingga penting untuk dianalisis secara bersama-sama. Berdasarkan hasil analisis data nilai indeks kekayaan jenis burung di PT PLN Nusantara Power UP Paiton pada tahun 2025, diketahui bahwa nilai indeks kekayaan tertinggi berada pada lokasi pengamatan Ash Disposal dengan nilai sebesar 8,90 dan nilai indeks kekayaan terendah berada pada lokasi pengamatan Perkantoran dengan nilai sebesar 4,37 (Gambar dibawah ini)

Gambar 1. Grafik indeks kekayaan jenis burung PT PLN Nusantara Power UP Paiton tahun 2021-2025

Secara keseluruhan, nilai indeks kekayaan mengalami kenaikan dari tahun 2024 ke tahun 2025 pada lokasi Kantor, Ash- disposal, dan Eks Toyo, tetapi mengalami penurunan pada lokasi Pareho, Benduman dan Kelontong, Trumix, dan Perumahan. Temuan dan jumlah individu jenis burung sangat mempengaruhi nilai indeks kekayaan ini. Pada tahun 2024 temuan jenis burung pada hampir semua lokasi lebih banyak jika dibandingkan dengan tahun 2025. Hal ini dapat disebabkan karena ketersediaan pakan yang lebih sedikit dan gangguan manusia yang lebih banyak. Keberadaan pohon yang berbuah dan berbunga pada tahun ini sangat sedikit sehingga persaingan dalam memperebutkan makanan antar jenis akan lebih sengit yang menyebabkan akan adanya jenis-jenis burung yang berpindah untuk mencari pakan pada lokasi lainnya. Selain itu, adanya aktivitas manusia yang sangat ramai dapat membuat temuan jenis burung berkurang.

Berdasarkan hasil analisis data nilai indeks keanekaragaman jenis burung di PT PLN Nusantara Power UP Paiton pada tahun 2025, diketahui bahwa nilai indeks keanekaragaman tertinggi berada pada lokasi pengamatan Ash disposal dengan nilai sebesar 3,15 dan nilai indeks keanekaragaman terendah berada pada lokasi pengamatan Perkantoran dengan nilai sebesar 2,51 (Gambar 1)

Gambar 2. Grafik indeks keanekaragaman jenis burung PT PLN Nusantara Power UP Paiton tahun 2021-2025

Nilai indeks keanekaragaman jenis sangat dipengaruhi oleh kekayaan jenis dan kelimpahan individu. Nilai indeks keanekaragaman jenis di Ash disposal mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan tahun 2024 yaitu dengan nilai sebesar 3,15. Nilai ini menurut Magurran (1988) menunjukkan kategori keanekaragaman tinggi atau stabilitas tinggi, sehingga dapat dikatakan bahwa kondisi ekosistemnya relatif masih baik dan tidak mengalami tekanan yang berarti dalam mendukung keberadaan jenis-jenis burung. Tingkat keanekaragaman yang tinggi menunjukkan bahwa kekayaan hayati dalam suatu kawasan didukung secara penuh oleh kondisi ekologis di sekelilingnya (Anugrah 2016). Berdasarkan hasil pengamatan di lokasi Ash disposal, beberapa faktor menunjukkan adanya tingkat stabilitas dan daya dukung habitat seperti ketersediaan sumber pakan, tempat bersarang dan istirahat. Hal ini sejalan dengan Kuswanda (2010) yang menyatakan bahwa burung lebih dipengaruhi oleh penyebaran dan ketersediaan pohon pakan.

Nilai indeks keanekaragaman jenis sangat dipengaruhi oleh kekayaan jenis dan kelimpahan individu. Nilai indeks keanekaragaman jenis di Ash disposal mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan tahun 2024 yaitu dengan nilai sebesar 3,15. Nilai ini menurut Magurran (1988) menunjukkan kategori keanekaragaman tinggi atau stabilitas tinggi, sehingga dapat dikatakan bahwa kondisi ekosistemnya relatif masih baik dan tidak mengalami tekanan yang berarti dalam mendukung keberadaan jenis-jenis burung. Tingkat keanekaragaman yang tinggi menunjukkan bahwa kekayaan hayati dalam suatu kawasan didukung secara penuh oleh kondisi ekologis di sekelilingnya (Anugrah 2016). Berdasarkan hasil pengamatan di lokasi Ash disposal, beberapa faktor menunjukkan adanya tingkat stabilitas dan daya dukung habitat seperti ketersediaan sumber pakan, tempat bersarang dan istirahat. Hal ini sejalan dengan Kuswanda (2010) yang menyatakan bahwa burung lebih dipengaruhi oleh penyebaran dan ketersediaan pohon pakan.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *