Monitoring Terumbu Karang PLTU Paiton 2026

Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem perairan tropik yang sangat produktif(Wilkinson, 2008).
Komponen biota terpenting yang mendominasi pada ekosistem ini adalah hewan karang yang tergolong kedalam ordo Scleractinia yang memiliki kerangka yang terbuat dari kapur(Nybakken, 1992). Peran ekologis yang dimainkan terumbu karang adalah sebagai daerah penyedia makanan, daerah asuhan, daerah pertumbuhan dan daerah perlindungan bagi biota-biota yang berasosiasi dengan terumbu karang serta sebagai penyimpan karbon (Sunarto, 2008). Terumbu karang memiliki keunikan simbiosis yaitu antara hewan karang dengan zooxanthella yang mampu menyerap karbon untuk proses fotosintesis dan menghasilkan oksigen (Bohm, Gussone, dan Reynaud, 2005). Selain itu terumbu karang juga sangat berpotensi menyimpan karbon didalam kerangkanya (Daulat, Kusumaningtyas, Adi, dan Pranowo,2014).

Pada perairan sekitar PLTU Paiton, terumbu karang terdapat pada hampir semua area pesisir. Pada studi ini, pengamatan kondisi terumbu karang dilakukan di area sekitar kanal Water Intake, kanal Water Discharge, sekitar area Desa Bhinor (Kecamatan Paiton, Probolinggo) dan Banyuglugur (Kecamatan Banyuglugur, Situbondo). Gugusan terumbu karang di perairan sekitar PLTU Paiton termasuk dalam formasi terumbu karang tepi (fringing reef). Indeks keanekaragaman karang pada 8 (delapan) stasiun pemantauan di perairan PLTU Paiton disajikan pada gambar grafik dibawah ini.

Berdasarkan gambar grafik diatas, nilai indeks keanekaragaman karang (H’) yang didapat pada stasiun pengamatan 1 area Binor (Bi) memiliki nilai H’ sebesar 1,68, pada stasiun pengamatan 2 area Water Intake kedalaman 3 meter (WI.3) memiliki nilai H’ sebesar 2,04, pada stasiun pengamatan 3 area Water Intake kedalaman 8 meter (WI.8) memiliki nilai H’ sebesar 1,94, pada stasiun pengamatan 4 area Water Dischrage Barat (WD.W) memiliki nilai H’ sebesar 1,84, pada stasiun pengamatan 5 area Water Dischrage Timur (WD.E) memiliki nilai H ‘ sebesar 1,63, pada stasiun pengamatan 6 area Banyuglugur (BG) memiliki nilai H’ Gambar 58. Life Form Karang Acropora & Non-Acropora Gambar 59. Acropora Coral Branching (ACB) sebesar 1,62, pada stasiun pengamatan 7 area Mercusuar (MR) memiliki nilai H’ sebesar 1,81, dan pada stasiun pengamatan 8 area Sekitar Jetty Paiton 9 (J9) memiliki nilai H’ sebesar 1,73. Hasil analisa indeks keanekaragaman karang di 8 (delapan) stasiun pemantauan masuk dalam kategori indeks keanekaragaman sedang, yang artinya tingkat keanekaragaman karang sedang, distribusi tiap jenis sedang, stabilitas komunitas sedang, dan tekanan ekologi sedang. Indeks keanekaragaman yang tergolong “sedang” pada 8 stasiun pemantauan karang dimana nilai H’ ada dalam rentang 1 < H’ < 3. Suatu komunitas jenis memiliki keanekaragaman jenis yang tinggi jika tersusun oleh banyak jenis dengan kelimpahan hampir sama. Sebaliknya jika komunitas hanya memiliki sedikit jenis, dan hanya beberapa yang dominan, maka keanekaragaman jenis dikategorikan rendah (Soegianto, 1994).

Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem perairan tropik yang sangat produktif(Wilkinson, 2008).
Komponen biota terpenting yang mendominasi pada ekosistem ini adalah hewan karang yang tergolong kedalam ordo Scleractinia yang memiliki kerangka yang terbuat dari kapur(Nybakken, 1992). Peran ekologis yang dimainkan terumbu karang adalah sebagai daerah penyedia makanan, daerah asuhan, daerah pertumbuhan dan daerah perlindungan bagi biota-biota yang berasosiasi dengan terumbu karang serta sebagai penyimpan karbon (Sunarto, 2008). Terumbu karang memiliki keunikan simbiosis yaitu antara hewan karang dengan zooxanthella yang mampu menyerap karbon untuk proses fotosintesis dan menghasilkan oksigen (Bohm, Gussone, dan Reynaud, 2005). Selain itu terumbu karang juga sangat berpotensi menyimpan karbon didalam kerangkanya (Daulat, Kusumaningtyas, Adi, dan Pranowo,2014).

Pada perairan sekitar PLTU Paiton, terumbu karang terdapat pada hampir semua area pesisir. Pada studi ini, pengamatan kondisi terumbu karang dilakukan di area sekitar kanal Water Intake, kanal Water Discharge, sekitar area Desa Bhinor (Kecamatan Paiton, Probolinggo) dan Banyuglugur (Kecamatan Banyuglugur, Situbondo). Gugusan terumbu karang di perairan sekitar PLTU Paiton termasuk dalam formasi terumbu karang tepi (fringing reef). Indeks keanekaragaman karang pada 8 (delapan) stasiun pemantauan di perairan PLTU Paiton disajikan pada gambar grafik dibawah ini.

Berdasarkan gambar grafik diatas, nilai indeks keanekaragaman karang (H’) yang didapat pada stasiun pengamatan 1 area Binor (Bi) memiliki nilai H’ sebesar 1,68, pada stasiun pengamatan 2 area Water Intake kedalaman 3 meter (WI.3) memiliki nilai H’ sebesar 2,04, pada stasiun pengamatan 3 area Water Intake kedalaman 8 meter (WI.8) memiliki nilai H’ sebesar 1,94, pada stasiun pengamatan 4 area Water Dischrage Barat (WD.W) memiliki nilai H’ sebesar 1,84, pada stasiun pengamatan 5 area Water Dischrage Timur (WD.E) memiliki nilai H ‘ sebesar 1,63, pada stasiun pengamatan 6 area Banyuglugur (BG) memiliki nilai H’ Gambar 58. Life Form Karang Acropora & Non-Acropora Gambar 59. Acropora Coral Branching (ACB) sebesar 1,62, pada stasiun pengamatan 7 area Mercusuar (MR) memiliki nilai H’ sebesar 1,81, dan pada stasiun pengamatan 8 area Sekitar Jetty Paiton 9 (J9) memiliki nilai H’ sebesar 1,73. Hasil analisa indeks keanekaragaman karang di 8 (delapan) stasiun pemantauan masuk dalam kategori indeks keanekaragaman sedang, yang artinya tingkat keanekaragaman karang sedang, distribusi tiap jenis sedang, stabilitas komunitas sedang, dan tekanan ekologi sedang. Indeks keanekaragaman yang tergolong “sedang” pada 8 stasiun pemantauan karang dimana nilai H’ ada dalam rentang 1 < H’ < 3. Suatu komunitas jenis memiliki keanekaragaman jenis yang tinggi jika tersusun oleh banyak jenis dengan kelimpahan hampir sama. Sebaliknya jika komunitas hanya memiliki sedikit jenis, dan hanya beberapa yang dominan, maka keanekaragaman jenis dikategorikan rendah (Soegianto, 1994).

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *